KEBAHAGIAAN DALAM SEKOTAK BERKAT

Maret 22, 2023

 


Foto dokumentasi: suasana megengan di SDN 2 Ngentrong

KKN MDB - Idul Fitri memiliki julukan bulan yang suci, karena di dalam bulan idul fitri atau bulan suci Ramadhan, umat islam diperintahkan untuk menjaga dirinya dengan menahan hawa nafsu. Mayoritas umat islam berada di daerah Jawa, Jawa memiliki ciri khasnya sendiri, salah satunya dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan acara Megengan.

    Selasa, 21 Maret 2023, diadakan acara Megengan dalam rangka menyambut hari raya idul Fitri 1444 H di SDN 1 dan 2 Ngentrong, acara tersebut dihadiri seluruh siswa dan guru, dimulai pukul tujuh pagi dengan melaksanakan sholat dhuha berjamaah di masing-masing sekolah. Tradisi ini sudah menjadi rutinan ketika menyambut Ramadhan oleh seluruh warga Ngentrong, tidak hanya anak Sekolah yang diajarkan untuk melakukan Megengan, warga juga merayakannya dengan meriah di setiap masjid atau mushola. Megengan di desa Ngentrong dilaksanakan dengan agenda sederhana namun khusyuk, seperti agenda Megengan di kedua sekolah dasar di desa Ngentrong ini. Acara Megengan dimulai dengan sholat dhuha berjama'ah, kemudian diisi dengan kajian dari para ustadz, kajian tersebut berisikan tentang Fadhilah-fadhilah berpuasa, keutamaan bulan Ramadhan dan lain sebagainya terkait bulan Ramadhan. Beberapa lomba atau penampilan juga dilaksanakan dibeberapa Sekolah Dasar, seperti lomba hafalan surat pendek dalam Al-Qur'an. Kegiatan positif dalam megengan tersebut dapat membantu anak-anak untuk lebih khusyuk beribadah dan melakukan hal positif dikehidupan sehari-harinya.

Foto dokumentasi: saat pembagian berkat di SDN 1 Ngentrong

      Dalam Megengan di Sekolah Dasar, para siswa juga diajarkan untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT dengan cara menukar makanan. Hal ini juga sudah menjadi tradisi yang dilakukan di Sekolah Dasar, anak-anak diminta membawa berkat atau bekal masing-masing yang di mana berkat tersebut akan dikumpulkan di depan kelas, setelah dikumpulkan, para guru membagikan semua berkat yang dikumpulkan tersebut secara acak kepada seluruh siswa, jadi semua siswa dapat merasakan berkat milik temannya. Hal ini memberikan pelajaran bagi para siswa untuk menerima dengan lapang nikmat yang diterima dan menghargai serta merasakan rezeki milik orang lain. Dalam agenda ini, secara tidak langsung para guru telah berhasil membuat ikatan batin yang lebiih kuat antar siswanya.

    Kegiatan semacam menukar makanan tersebut ternyata tidak hanya dilakukan di Sekolah Dasar saja, namun dalam acara Megengan di masjid atau mushola desa Ngentrong, mereka juga melaksanakan kegiatan semacam itu. 

Kegiatan sederhana namun membahagiakan orang lain lebih bermakna daripada menyelenggarakan acara besar namun merugikan orang lain. Berbagi makanan dan memberi makanan memang terlihat sederhana, namun akan terasa istimewa bagi mereka yang mendapatkan kesusahan dalam rezeki makanan.


Penulis : Ifa Nur Baedhok, KPI


You Might Also Like

0 Post a Comment

Popular Posts

Like us on Facebook

https://www.facebook.com/profile.php?id=100090459204426&mibextid=ZbWKwL